Make your own free website on Tripod.com

STRUKTUR PENYIMPANAN

 

 

 

 

Permasalahan hama pascapanen dan cara pengendaliannya terkait erat dengan struktur penyimpanan.  Pemahaman terhadap berbagai struktur penyimpanan memudahkan manajemen bahan simpan.

 

PENYIMPANAN TRADISIONAL

Penyimpanan tradisional merupakan hasil pengembangan teknologi selama puluhan bahkan ratusan tahun sehingga biasanya sangat sesuai untuk kondisi lingkungan, jenis bahan simpan dan permasalahan lokal.  Dengan demikian tingkat kerusakan biasanya cukup rendah.  Kalaupun terjadi susut kuantitas misalnya 5%, penyimpanan ini tetap dipertahankan karena preferensi kualitas bahan simpan yang baik.  Toleransi terhadap kehilangan hasil seperti ini dapat dipahami karena sebagian besar bahan simpan digunakan untuk konsumsi sendiri, lain halnya bila aspek perdagangan juga terlibat.

Namun tidak selamanya seperti deskripsi di atas.  Sebagai contoh, bila suatu komunitas tradisional berpindah ke daerah yang berbeda iklim dan kondisi geografisnya (misal transmigrasi), teknologi penyimpanannya dipertahankan secara konservatif.  Tentu saja timbul masalah yang tidak ditemukan di daerah asal.  Contoh lain, masuknya hama eksotik dan karakter bahan simpan yang berubah karena introduksi varietas atau perdagangan antar negara menyebabkan struktur penyimpanan tradisional tidak sesuai.

Penyimpanan Sementara atau untuk Kepentingan Jangka Pendek

Biasanya terkait langsung dengan tujuan pengeringan bahan simpan yang baru saja dipanen.  Penyimpanan ini misalnya:

          Jagung, sorgum atau padi diikat kemudian digantung pada dahan pohon, batangan bambu, tali yang kuat atau di dalam rumah.  Tentu saja cara ini sangat rentan cuaca, serangga, tikus dan pencuri.

          Kacang-kacangan, jagung atau hasil panen lain dihamparkan di tanah atau ditumpuk di satu tempat.  Hal ini jarang terjadi kecuali pemiliknya sedang sibuk melakukan pekerjaan lain atau kesulitan transportasi.

          Penyimpanan di atas para-para terbuka (tanpa dinding).  Biasanya diletakkan di atas perapian dapur untuk membantu pengeringan atau sengaja dilakukan pengasapan rutin.

Penyimpanan untuk Kepentingan Jangka Panjang

          Wadah kecil dari tanah liat (kendil), labu yang dikeringkan, tabung bambu dan bahan serupa digunakan untuk penyimpanan khusus benih.  Bila dilengkapi dengan tutup yang bisa disegel rapat, wadah ini dapat menjadi tempat penyimpanan yang baik asal kadar air benih kurang dari 12%.

          Gentong tanah liat, tempat penyimpanan primitif yang biasa digunakan untuk penyimpanan skala rumah tangga yang lebih sesuai untuk daerah kering, namun ditemukan juga di daerah tropis lembab.

          Lubang di bawah tanah, struktur penyimpanan kuno yang dipraktikkan di India, Turki, Afrika dan daerah kering lainnya.  Biasanya berbentuk silindris dengan bagian atas (permukaan) mengecil.  Kapasitasnya bisa mencapai 200 ton.  Menguntungkan karena aman dari pencuri dan hama, hemat bahan konstruksi, suhu di dalam konstan dan rendah.  Kelemahannya adalah akumulasi CO2 sehingga berbahaya dan menurunkan viabilitas benih simpan, biji sering terfermentasi, biji yang kontak dengan dinding dan permukaan sering berjamur karena penetrasi air tanah maupun hujan, kesulitan inspeksi, dan butuh banyak tenaga kerja.

          Lumbung tanah liat (traditional bin), termasuk tempat penyimpanan kuno dan sesuai untuk daerah kering.  Berbentuk silindris agar tekanan biji simpanan merata dan menghindari keretakan.  Bila dibuat dari tanah liat kualitas tertinggi (biasanya berasal dari sarang rayap) dan diperkuat dengan jerami, struktur ini bisa seawet dan sekuat semen.  Lumbung dibangun beralas batu atau kayu keras untuk perlindungan terhadap tikus dan rayap.

          Lumbung kayu/bambu.  Biasanya digunakan di daerah yang kelembaban udaranya tinggi (seperti Indonesia), di mana biji-bijian tidak bisa kering sempurna dan perlu aerasi udara selama penyimpanan.  Struktur yang umum adalah berbentuk panggung, berdinding kayu, bambu atau material tumbuhan lain, serta atap dirancang miring untuk mempercepat terbuangnya air hujan.  Seringkali tiang panggung dibuat anti-tikus.  Di beberapa daerah, lumbung semacam ini juga dilengkapi dengan perapian/pengasapan di bawahnya untuk tujuan pengeringan dan pengendalian hama.

          Gudang berdinding batu/bata, banyak ditemukan di Yordania dan sekitarnya.  Model penyimpanan ini dikembangkan sejak zaman romawi dan masih digunakan hingga sekarang untuk penyimpanan di ladang. 

Saat ini beberapa struktur penyimpanan tradisional tidak digunakan lagi karena alasan kelangkaan bahan (kayu, batu), kepraktisan dan penyeragaman teknologi pertanian.  Drum metal atau plastik menggantikan gentong tanah liat, karung goni dan plastik mendominasi cara penyimpanan saat ini, sedangkan gudang berstruktur kayu atau tanah liat digantikan oleh beton.