Make your own free website on Tripod.com

PENDAHULUAN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Acanthoscelides obtectus Say (Bruchus obtectus Say).

Nama umum : Bean weevil

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CURCULIONIDAE

Sitophilus spp.

 

Attagenus spp.

Nama umum: Black carpet beetles, fur beetle

SILVANIDAE

Oryzaephilus spp

Nama umum: sawtoothed grain beetle

(Oryzaephilus surinamensis (L)), Merchant grain beetle (Oryzaephilus mercator (Fauvel)),

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

 

 Ahasverus advena

Nama umum: foreign grain beetle

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TENEBRIONIDAE

Tribolium spp. Nama umum: kumbang tepung

 

 

 

 

Alphitobius spp.

Nama umum: Lesser mealworms

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Latheticus oryzae

Nama umum: Long head flour beetle

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gnatocerus cornutus

Nama umum: Broadhorned flour beetle

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Palorus spp

Nama umum: Small-eyed flour beetles

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CUCUJIDAE

Cryptolestes ferrugineus (Stephens)

Nama umum: Red Rust Grain Beetle

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANOBIIDAE

Lasioderma serricorne (Fabricius)

Nama umum: Cigarette beetle

 

 

 

 

 

 

 

 

Stegobium paniceum (Linnaeus)

Nama umum: Drugstore beetle

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

NITIDULIDAE
Carpophilus hemipterus

Nama umum : Dried fruit beetle

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TROGOSSITIDAE

The Caddle (Tenebroides mauritanicus (L.))

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CLERIDAE

Necrobia rufipes (de Geer)

Nama umum:  kumbang kopra

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ketika manusia primitif beralih dari periode berburu dan meramu ke periode bercocok tanam, mulai disadari perlunya menyimpan hasil panen, setidaknya untuk persediaan jangka pendek dan kebutuhan benih. Penyimpanan hasil panen diperkirakan bermula pada periode neolitikum sekitar 8000 SM.   Kebiasaan baru ini diduga berawal di daerah arid dan semi arid yang dilalui sungai besar seperti di Asia Timur dan daerah Bulan Sabit Emas.  Daerah lembah sungai tersebut tanahnya subur dibanding sekitarnya, iklimnya yang kering berarti kemudahan dalam penyimpanan hasil panen dan relatif sedikitnya serangga dan patogen, serta ketiadaan hujan merangsang timbulnya sistem pengairan yang baik.

Dalam kitab suci diceritakan di negeri Mesir, Nabi Yusuf membangun lumbung-lumbung gandum untuk persediaan paceklik selama tujuh tahun setelah tujuh tahun sebelumnya panen gandum melimpah ruah.  Di Indonesia, kebiasaan menyimpan hasil panen sudah terjadi sejak lama dan terlukis dalam relief candi Borobudur.  Selain itu, berbagai bentuk dan konstruksi lumbung serta beragam cerita rakyat yang menyebut-nyebut tempat penyimpanan biji/benih menggambarkan betapa lekatnya hubungan penyimpanan hasil panen dengan peradaban manusia.

Walaupun tempat penyimpanan dimaksudkan untuk melindungi hasil panen dari kerusakan, susut di dalam tempat penyimpanan tak bisa dihindari.  Beragam faktor menjadi penyebabnya, antara lain serangan hama gudang, kontaminasi cendawan, reaksi biologis biji-bijian, kerusakan fisik, dan faktor penanganan oleh manusia.

Saat ini fungsi utama penyimpanan secara ekonomis adalah mengurangi fluktuasi pasar.  Suplai berlebih berbagai komoditi umumnya hanya terjadi beberapa bulan dalam setahun (yaitu saat panen) sementara permintaan konsumen boleh dikatakan cenderung tetap sepanjang tahun (inelastis).  Apabila ditinjau dari sisi tataniaga, penyimpanan secara umum terkategori dalam empat kelompok:

          Penyimpanan di tingkat produsen/petani subsisten, dalam jumlah kecil dengan fungsi utama untuk kebutuhan sendiri.  Pada saat tertentu, simpanan ini dijual untuk memenuhi kebutuhan akan uang.

          Penyimpanan di tingkat pengumpul, pedagang, koperasi, dan industri pengolahan.  Fungsi utama penyimpanan di sini adalah menjamin ketersediaan barang dagangan/bahan baku.

          Penyimpanan berupa stok nasional oleh badan pemerintah, bertujuan untuk keamanan pangan, stabilisasi harga, dan jaminan pangan secara nasional.

          Penyimpanan di tingkat konsumen, termasuk rumah tangga, restoran, hotel, dsb dengan tujuan utama untuk konsumsi sendiri.

Lama penyimpanan, struktur dan teknologi penyimpanan, serta bahan simpan berbeda-beda menurut fungsi dan kebutuhan.  Walaupun demikian, terdapat satu persamaan yaitu masing-masing pihak berusaha membatasi bahan simpanannya.  Sebenarnya biaya per unit bahan simpan cenderung tetap atau menurun secara perlahan sejalan dengan banyaknya simpanan, namun semakin banyak bahan simpan, resiko cenderung meningkat dan keuntungan terus menurun.